Sabtu, 07 Oktober 2017

#SIP 4PA04- TUGAS 1- SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


           SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
Hasil gambar untuk GAMBAR STRUKTUR OTAK DAN KOMPUTER
1.       Definisi Sistem & informasi
a.       Definisi sistem
Lani Sidharta (1995), sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
Murdick (1991), suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
Widjajanto (2001), sistem adalah sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu melalui tiga tahapan yaitu input, proses, dan output.
      Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sesuatu bagian atau kumpulan-kumpulan untuk menghasilkan informasi dengan tahapan input, proses, dan output.
b.      Definisi informasi
Informasi menurut Jogiyanto (1999), informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Bodnar (2000), informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.
Gordon (1991), informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau masa depan.
      Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah hasil data yang diolah untuk pengambilan keputusan.
2.      Pengertian sistem informasi psikologi
         Sistem informasi
Turban, McLean, dan Wetherbe (1999), sistem informasi yang merupakan fungsi mengumpulkan, mengolah, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
Bodnar dan HopWood (1993), sistem informasi adalah perangkat lunak dan lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
Alter (1992), sistem informasi adalah kombinasi antara prosedvur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.
      Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah proses pembentukan data untuk dijadikan informasi.

Hubungan psikologi dengan sistem informasi erat dengan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem informasi sumber daya manusia merupakan suatu bentuk interseksi atau pertemuan antara bidang ilmu manajemen.
Psikogi
Psikologi (dari bahasa yunani kuno: psyche : jiwa dan logos : kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mengerti tentang jiwa / mental. Psikologi tidak bisa digunakan jiwa karena sifatnya yang abstrak, melainkan psikologi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa / mental itu dengan tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga psikologi dapat menjadi ilmu pengetahuan yang bermanfaat tingkah laku dan proses mental ( Prabowo & Riyanti, 1999).
Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam lingkungan dengan lingkungannya.
 Menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang memanfaatkan tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam lingkungan dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang sedang dikerjakan, duduk, berjalan dan lain sebagainya, tingkah laku terbuka, berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
      Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu tentang jiwa yang membahas tentang tingkah laku, proses mental, dll.

Secara umum, bisa disimpulkan sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk informasi. Penggunaan sistem informasi dalam psikologi karena banyak hal dalam dunia psikologi yang masih bisa dikelola seperti penggunaan tes psikologi secara virtual, penggunaan teknologi eye-tracking dan yang terbaru adalah realitas virtual yang memungkinkan seseorang untuk mengurangi gangguan psikologis seperti ADHD, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), dan beragam fobia. Contoh nyatanya tes - tes psikologi yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti Papikostik, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu komputer dan psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes psikologi itu sendiri.

3.      Arsitektur Komputer
Menurut Alfatta (2007), arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Arsitektur komputer memberikan berbagai atribut pada sistem komputer yang dibutuhkan oleh seorang perancang perangkat lunak untuk membangun suatu program. Menurut Suryadi (1994), arsitektur komputer adalah desain komputer yang mencakup perangkat, komponen hardware, dan organisasi atau susunan sistemnya. Menurut Syafrizal (2005), arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur kerja dasar dari suatu sistem komputer.
     Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer adalah desai atau konsep komputer untuk menjalankan sistem komputer.


4.      Struktur Kognisi Manusia

Piaget (1896) struktur kognitif merupakan bagian mental yang dibangun seseorang dengan mengambil informasi dari lingkungan dan menginterpretasi, mereorganisasi, dan mentransformasikannya. Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang dihasilkan dari lingkungan. Struktur kognitif yang terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuan pun akan terus berkembang.
 Chaplin (2002) mengatakan bahwa kognisi adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk mengenal, termasuk di dalamnya, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, suara, perkiraan, penilaian dan menilai.
Drever (Solihin, 2012) adalah kognisi adalah istilah umum yang mencakup segenap model pengertian, persepsi, imajinasi, makna penangkapan, penilaian, dan pidana.
                  Dari definisi-definisi diatas bisa disimpulkan struktur manusia kognisi manusia (otak) pada manusia yang digunakan dalam penangkapan informasi, persepsi, dan proses mental lainnya.
5.      Kaitan antara arsitektur komputer & struktur kognisi manusia
Dari penjelasan dan pembahasan diatas, dapat dilihat bahwa terdapat kaitan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia. Komputer dan kognisi manusia hampir sama yaitu mampu memproses informasi. Komputer dapat memproses informasi dikarenakan oleh kognisi (otak) manusia yang mengoperasikannya. Komputer dibuat serupa dengan sistem kognisi manusia yang memiliki jutaan sistem-sistem didalamnya seperti dalam sistem kognisi manusia.  Sama halnya komputer dan kognisi manusia memiliki dua kesamaan yaitu memiliki proses dalam memasukkan data kedalamnya.
Lihat gambar urutan sistem komputer(sebelah kiri) & urutan sistem pada otak manusia (sebelah kanan)
Hasil gambar untuk GAMBAR SISTEM KOMPUTERHasil gambar untuk GAMBAR SISTEM INPUT OTAK

6.  Kelemahan dan kelebihan arsitektur komputer dibandingkan dengan struktur kognisi manusia
Robert L. Solso, Otto H. Maclin, & M. Kimberly Maclin (2007) menyatakan bahwa walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia, yaitu:
Kelebihan:
1. Pada umumnya komputer bisa melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat  
2. Komputer dapat menggunakan model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat
3. Dalam waktu yang sama, komputer bisa melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data, dan lain-lain.

Kelemahan:
1. Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia
2. Komputer tidak dapat melakukan generalisasi
3. Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks
4. Komputer tidak bisa membuat kesimpulan
5. Manusia lebih unggul dalam lingkungan wajah, dan lain-lain

Sedangkan menurut saya sendiri arsitek komputer bila dibandingkan dengan struktur kogninisi manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya yaitu :
v  Arsitektur Komputer:
Kelebihan:
1.  Memiliki prosesor lebih dari satu.
2.  Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
3.  Bisa membuka beberapa aplikasi dalam waktu yang bersamaan
4.  Komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat
 Kekurangan:
1. Komputer tidak memiliki perasaan seperti manusia
2. Akan rusak jika digunakan secara terus menerus
3. Membutuhkan daya yang sangat besar ( boros listrik )


v  Strukur kognisi manusia
Kelebihan:
1. Struktur kognisi lebih sistematis memiliki arah dan tujuan yang jelas
2. Dapat membuat kesimpulan dari hasil analisa sistem pada otak
3. Mampu berfikirir secara logis

Kekurangan:
1.      Sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalisasikan cara berpikir mereka (malas dalam melakukan sesuatu).
2.      Dapat kehilangan memori (informasi) jika hanya sampai pada short term memory


TERIMA KASIH & SEMOGA BLOG SAYA DAPAT BERMAFAAT.



Referensi :

Alfatta, H. (2007). Analisis dan Perancangan Informasi. Yogyakarta: Andi Offset

Alter, J. (1992). Information System: A Management Perspective. New York : The Cummings       Publishing Company, Inc.

Bodnar, George H., Hopwood, William S., (2000), “Accounting Information System System 4th     Edition”. New York : Prentice-Hall.Inc.

Bodnar, George H., Hopwood, William S., (1993), “Accounting Information System System 5th     Edition”. New York : Prentice-Hall.Inc.

Chaplin, J.P. Kamus Lengkap Psikologi.2002. Jakarta: Rajawali Pers.

Dakir. (1993). Dasar-dasar psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gordon B. D. (1991). Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : PT Pustaka         Binamas Pressindo.

Jogiyanto H.M. (1999).  Analisis dan Disain Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan  
           Praktek Aplikasi Bisnis.  Yogyakarta: Andi Offset.

Lani, S. (1995). Pengantar Sistem Informasi Bisnis.  Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Muhibbinsyah.(2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
Jean Piaget (1896). Perkembangan Masa Hidup : Edisi 5Life-Span Development. Jakarta :  Erlangga.

Murdick, R.G. (1991). Sistem Informasi Untuk Manajemen Modern. Jakarta : Erlangga.

Riyanti, B.P.D., dan Prabowo, H. (1999). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Suryadi, H .(1994). Pengantar arsitektur komputer (Seri diktat). Jakarta: Gunadarma.

Solihin. (2012). Manajemen strategik. Jakarta : PT Erlangga.

Solso, R., Maclin, O. H., & Maclin, M.K. (2007. Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga

Syafrizal, M (2005). Pengantar jaringan komputer Yogyakarta: Andi Offset.

Turban, McLean. & Wetherbe. (1999). Information Technology for Management. New York :       John Wiley & Son, Inc.

Widjajanto, N. (2001). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta : Erlangga.


Senin, 19 Juni 2017

3PA04 - TUGAS 4 - REVIEW JURNAL FAMILY THERAPY

NAMA JURNAL             : The American Journal of Family Therapy
JUDUL JURNAL             : Fostering Self-Awareness in Novice Therapists Using                                                    Internal Family Systems Therapy
NAMA PENELITI           : MARIANA K. FALCONIER and ANGELA J. HUEBNER
TAHUN: 2014 VOL        : 42 HAL: 67-68
REEVIEWER                  : PUTRI WULANDARI 


PENDAHULUAN
Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologis untuk memahami:
apakah dan bagaimana Internal Family Systems (IFS). Model membantu terapis memulai kesadaran internal mereka
Proses dan apakah dan bagaimana pengaruh kesadaran tersebut
Pekerjaan klinis mereka Wawancara semi terstruktur dilakukan
Dengan tujuh terapis awal dan data dianalisis
Menggunakan pengkodean tematik. Temuan menunjukkan bahwa IFS membantu terapis
Mengidentifikasi, memahami, dan mengelola proses internal mereka, yang
Tampaknya menguntungkan hubungan terapeutik, mengidentifikasi terapis '
Agenda pribadi, model bekerja dengan sistem internal, dan membina
Pemahaman yang lebih baik tentang sistem internal klien. Klinis
Implikasi pelatihan dibahas.

METODE PENELITIAN
Peserta dan Prosedur
Partisipasi dalam penelitian ini terbuka bagi lulusan baru (dalam tiga tahun terakhir tahun) yang telah mengikuti kursus IFS perkenalan elektif sebagai bagian dari MFT program pelatihan yang berlokasi di Northeastern Amerika Serikat. Tiga kredit itu kursus yang sangat berpengalaman ditawarkan di musim panas. Tujuan kursus adalah: 
1) untuk mengekspos siswa pada konsep dasar model psikosis IFS;
2) memberikan kesempatan bagi siswa tingkat sarjana untuk mendapatkan paparan dan mempraktikkan teknik model terapi IFS; 
3) Untuk memberi siswa kendaraan untuk mengeksplorasi "pemicu" pribadi saat bekerja dengan klien; Dan 
4) untuk memberi siswa kesempatan memperluas model terapi IFS di luar batas-batas psikoterapi dan jelajahi aplikasi model ke sistem yang lebih besar.

HASIL PENELITIAN
Tema yang muncul selama wawancara disajikan dalam salah satu dari
Dua bidang penyelidikan:
 (1) kesadaran terapis akan proses internal; 
 (2) efek dari kesadaran ini pada proses terapeutik. Kutipan ilustratif dari masing-masing dari tujuh wawancara disertakan. Kesadaran akan Proses Internal secara keseluruhan, semua peserta melaporkan bahwa model IFS membantu mereka untuk fokus pada proses internal mereka. Konsisten dengan konseptualisasi IFS, semua peserta hal ini disebabkan oleh fakta bahwa IFS adalah model yang secara eksplisit berfokus baik dalam proses internal klien dan terapis. Selanjutnya beberapa peserta menyatakan bahwa mereka tidak sadar akan internal mereka proses dan keterlibatannya dalam proses terapeutik jika tidak mempelajari model IFS. Menurut banyak peserta, IFS adalah satu-satunya MFT. Model yang mereka pelajari dalam program pascasarjana mereka yang mendorong terapis untuk merenungkan aspek pribadi dan menyoroti pentingnya sadar akan proses internal seseorang sebagai terapis, terutama di dalam dibandingkan dengan Solusi Terfokus, Struktural atau Naratif.

KELEBIHAN
Efek Kesadaran akan proses terapeutik peserta ditanya bagaimana kesadaran akan proses internal mereka sendiri mempengaruhi proses terapeutik. Empat tema muncul:
(1) peningkatan hubungan terapeutik, 
(2) meningkatnya kesadaran akan agenda pribadi,
(3) memodelkan kesadaran internal kepada klien, dan 
(4) meningkatkan kesadaran akan proses internal klien.

Kamis, 18 Mei 2017

3PA04 - TUGAS 3 PSIKOTERAPI - REVIEW JURNAL TERAPI GESTALT

REVIEW JURNAL
Judul                   : Sikap Relasional Dalam Teori dan Praktik Terapi Gestalt
Jurnal                 : International Gestalt Journal 2002, 25/1, 15-34
Penulis                : Gary Yontef
Reviewer            : Putri wulandari (18514632)
Tanggal review : 18 Mei 2017

Abstrak:
Teori terapi gestalt bersifat relasional pada intinya beberapa pembicaraan dan latihan terapi gestalt tidak konsisten dengan prinsip. Disini akan mengulas relational inti prinsip filosofis terapi gestalt: fenomenologi eksistensial, teori lapangan, dan eksistensialisme dialogis. Implikasinya untuk praktek dieksplorasi praktik dan sikap tentang terapi gestalt yang tidak sesuai dengan prinsipnya. mempelajari pemicu dan pengobatan rasa malu dalam terapi gestalt dan latihan gestalt.

Dalam jurnal ini membahas seputar prinsip-prinsip dasar filosofis rasional terapi gestalt. 
Terapi Gestalt adalah relasional yang sistematis menggunakan teori dan metodologi yang mendasarinya. Perspektif relasional adalah sangat penting untuk teori gestalt terapi yang tanpa itu teori gestalt terapi tidak koheren untuk dipraktekan.Baru-baru ini telah banyak tulisan tentang pendekatan relasional untuk psikoterapi baik dalamterapi gestalt dan literatur psikoterapi umum. Dalam literatur profesional umum telah terjadi penemuan perspektif relasional Dalam terapi gestalt, “gestalt terapi relasional” telah meninjau perspektif relasional built-in ke gestalt teori terapi.
Tiga prinsip filosofis yang mendasar dan sangat diperlukan dalam terapi gestalt, yaitu :
1.      Metode fenomenologis
adalah disiplin untuk mengidentifikasi dan meningkatkan langsung, pengalaman langsung dan untuk mengurangi distorsi bias dan pembelajaran sebelumnya. Sebuah aspek penting dari disiplin fenomenalogis yang metodis menyempurnakan kesadaran, mengurangi bias sebanyak mungkin terutama prasangka mengenai data yang valid, bias dari apa yang nyata.

2.      Bidang teori
Teori medan melihat semua kejadian sebagai fungsi dari hubungan kekuatan berinteraksi ganda. Pasukan berinteraksi membentuk bidang di mana setiap bagian dari lapangan efek keseluruhan dan efek keseluruhan seluruh bagian lapangan.

3.      Eksistensialisme dialogis
Fokus fenomenologis pada kesadaran pasien kadang-kadang dipraktekkan sebagai proses satu orang, yang melihat terutama pada kontinum kesadaran pasien tanpa pertimbangan dari matriks relasional, termasuk apa yang terjadi antara pasien dan terapis. Dalam terapi gestalt, terutama dalam “terapi gestalt relasional“, fenomenologi klinis adalah praktik dua orang. Tidak hanya merupakan kontinum kesadaran akan figural pasien, dan metode fenomenologis diperluas dengan penciptaan eksperimen fenomenologis oleh upaya kooperatif dari kedua terapis dan pasien, tetapi metode fenomenologis juga diperluas menjadi pendekatan dua orang dengan penekanan pada dialog.

Prinsip dialog

·         Inklusi dan konfirmasi
Inklusi adalah menempatkan diri ke dalam pengalaman pasien sebanyak mungkin, merasa seolah-olah dalam tubuh sendiri – tanpa kehilangan rasa terpisah dari diri. \

·         Kehadiran
Hal ini membutuhkan kehadiran dengan keaslian, transparansi, dan kerendahan hati. Dialog berarti hadir sebagai orang bertemu orang yang lain. Dialog dalam terapi berarti bahwa terapis bekerja pada tugas terapeutik dengan menghubungi pasien sebagai pasien, seluruh orang bahwa pasien, dengan seluruh orang dari terapis dirinya sendiri. Seseorang keseluruhan termasuk menjadi cacat dan cacat yang memungkinkan untuk menjadi bagian diakui keberadaan seseorang, bahkan dalam pengaturan terapeutik dengan pasien.

·         Komitmen dan menyerah
Sebuah aspek inti yang tak terpisahkan dari pendekatan relasional pada umumnya dan pendekatan dialogis khususnya adalah komitmen untuk berdialog.

Rabu, 19 April 2017

3PA04 - Tugas 2 Psikoterapi - Review Jurnal Logotherapy

Judul : "Cari manusia untuk Arti: Viktor Frankl Psikoterapi"

Jurnal : Jurnal Konseling

Volume dan Halaman : Vol 29 hal 59-68

Tahun : 2015

Penulis : Kris Hemphill

Reviewer : Putri Wulandari

Tanggal : 19 April 2017

Apa Logotherapy?
logotherapy berasal dari terjemahan dari kata Yunani logos, yang
menunjukkan "yang berarti sebagai terapi berbasis makna" metodologinya adalah terfokus pada masa depan.
Tujuannya adalah untuk menemukan makna bagi pasien untuk memenuhi masa depan,
karena “menemukan makna dalam kehidupan seseorang adalah kekuatan motivasi utama dalam manusia.”
Frankl percaya bahwa menemukan makna motivasi terbesar manusia, dan ia menekankan
tanggung jawab manusia untuk mengaktualisasikan itu. Tujuan membuat logotherapy kurang retrospektifdan kurang mawas diri dari psikoanalisis. Hal ini juga jauh kurang peduli dengan
teknik untuk perubahan gejala dari psychotherapies populer di AS
Dalam logotherapy, arti unik untuk setiap orang dan dapat berubah dari waktu ke waktu.
Meski begitu, Frankl mengidentifikasi tiga sumber di mana orang sering menemukan makna:

1. kerja dan prestasi;
2. cinta dan hubungan; dan
3. satu sikap mengambil ke arah penderitaan tidak dapat dihindari

Studi kasus Logotherapy

1. Menghadapi rasa sakit.
Seorang ibu mencoba bunuh diri setelah salah satu anaknya meninggal pada usia sebelas tahun,
dia mtinggal satu anak tersisa yang lumpuh sejak lahir.
Untuk membantu ibu menemukanmakna, Frankl membantu orientasi perhatiannya ke masa depan. Dia menunjukkan cara merawat anak yang cacat. wanita menangis tersedu-sedu. “Saya akan membuat hidup lebih lengkap mungkin baginya, saya bisa melihat kembali
damai hidup saya untuk hidup saya penuh makna, dan saya akan berusaha keras untuk memenuhinya.

2. Menghadapi kematian
Seseorang laki-laki yang kehilangan anak dan istrinya.
Frankl ditawarkan makna potensial dengan menarik sistem kepercayaan orang itu.
Menurut Frankl, orang-orang ini menemukan bantuan melalui titik baru
pandang ia membuka kepada mereka. Semua mampu bergerak maju karena mereka ditemukan
yang berarti dalam prestasi, atau cinta, atau sikap positif terhadap penderitaan

Ringkasan
Frankl adalah seorang pengamat yang sangat baik dari perilaku manusia. teori yang dihasilkan nya sesuai dengan aspek-aspek tertentu dari kebenaran Alkitab.
disini cara kita dapat dirangsang oleh modelnya, meskipun kita tidak akanmeniru unsur intinya karena perbedaan keyakinan keyakinan kitab.
Kami juga dapat menegaskan aspek lain dari pekerjaan Frankl, termasuk bijaksana
Ringkasan ia ciptakan untuk membantu kita berpikir melalui daerah penderitaan manusia (yaitu,
triad tragis nyeri, rasa bersalah dan kematian). Selain itu, ia dikenali dengan benar bahwa ada makna dapat ditemukan dalam pekerjaan yang jujur, hubungan yang penuh kasih, dan belajar bagaimana untuk menerima penderitaan dengan baik. Meskipun kekuatan ini, ruang lingkup dan kedalaman
bantuan Frankl terbatas dan tidak dapat memiliki nilai kekal dalam kehidupan orang-orang
ia hanya berusaha untuk membantu.

Sabtu, 18 Maret 2017

3PA04 - TUGAS 1 PSIKOTERAPI

v  Definisi Psikoterapi dan Konseling

Prayitno (2004) mendefinisikan konseling adalah bantuan yang diberikan oleh konselor
kepada klien dalam rangka pengentasan masalah klien. Dalam suasana tatap muka yang dilaksanakan interaksi langsung antara konselor dengan klien. Pembahasan masalah tersebut bersifat mendalam menyentuh hal-hal penting tentang klien (bahkan sangat penting yang boleh jadi menyangkut rahasia pribadi klien), bersifat meluas meliputi berbagai segi yang menyangkut permasalahan klien, namun juga bersifat spesifik mengarah pengentasan masalah klien.
            Menurut R. Wolberg. M.D. ( 1997 ) dalam buku The Tecnique of Psychoterapy menuliskan: ” psikoterapi adalah perawatan dengan menggunakan alat-alat psikologis terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional dimana seorang ahli secara sengaja menciptaka hubungan secara profesional dengan pasien.

v  Letak perbedaan antara Psikoterapi dan Konseling

            Perbedaan konseling dan psikoterapi didefinisikan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson dan Rudolph (1983), sebagai berikut:

KONSELING
PSIKOTERAPI
    1.    Klien
    1.    Klien
    2.    Gangguan yang kurang serius
    2.    Gangguan yang serius
    3.    Masalah: Jabatan, Pendidikan, dsb
    3.  Masalah kepribadian dan pengambilan
          keputusan
    4.    Berhubungan dengan pencegahan
    4.    Berhubungan dengan penyembuhan
    5.  Lingkungan pendidikan dan non medis
    5.    Lingkungan medis
    6.    Berhubungan dengan kesadaran
    6.    Berhubungan dengan ketidaksadaran
     7.    Metode pendidikan
    7.    Metode penyembuhan



v  Perbedaan tujuan Psikoterapi dan Konseling

Menurut Mowrer (dalam gunarsa, 2007) mengenai tujuan :

Konseling
1. Berhubungan dengan usaha mengatasi klien yang mengalami gangguan kecemasan biasa (normal anxiety)
2. Tidak digolongkan sebagai klien yang mengalami gangguan kejiwaan.
3. Klien dipandang sebagai seseorang yang mampu membuat keputusan dan dapat bertanggung jawab   atas  kehidupannya.
4. Berpusat pada keadaan saat ini.

Psikoterapi
1. Berkaitan dengan usaha menyembuhkan klien yang menderita neurosis-kecemasan (neurotic anxiety)
2. Tidak hanya berpusat pada keadaan saat ini saja.
3. Klien digolongkan sebagai seseorang yang mengalami gangguan.








                                                          REFERENSI



R. Wolberg. M.D (1997). Hubungan BIMBINGAN KONSELING ,psikoterapi dan religioterapi matakuliah bimbingan konseling stain salatiga 2013. https://www.slideshare.net/kangnajib/hubungan-bimbingan-konseling-psikoterapi-dan-religioterapi-matakuliah-bimbingan-konseling-stain-salatiga-2013. 10 Januari 2013
Thompson dan Rudolph (1983). Psikoterapi dan Konseling. http://www.academia.edu/30752311/Psikoterapi_dan_Konseling. 23 Mei 2013

Gunarsa, Singgih D. 2007. Konseling Dan Psikoterapi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Senin, 09 Mei 2016

Analisis Film “Silver Linings Playbook”



SOFTSKILL KESEHATAN MENTAL
Analisis Film “Silver Linings Playbook”
Kelompok 4
1.    Narulita Septa Aminingtyas (17514820)
2.    Nurul Fadillah KW (18514263)
3.    Putri Wulandari (18514632)
4.    Vidiani Nur Hayyu (1C514035)

2PA04






2016

BAB 1
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Gangguan bipolar adalah salah satu masalah kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis. Misalnya dari yang murung, tiba-tiba bisa berubah menjadi sangat bahagia atau sebaliknya. Pada fase turun atau yang disebut sebagai periode depresi, penderita gangguan bipolar biasanya akan terlihat sedih, lesu, dan tidak bergairah. Sedangkan pada fase naik atau mania, penderita kondisi ini bisa menjadi sangat bersemangat, enerjik, dan banyak bicara.
Jika dilihat dari perputaran episode suasana hati, ada penderita gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara mania dan depresi. Meski begitu, ada sebagian penderita yang mengalami perputaran cepat dari fase ke fase tanpa adanya periode normal. Tiap fase gejala yang tergolong parah dapat berlangsung hingga beberapa minggu.
Silver Linings Playbook menceritakan mengenai Pat Solitano, Jr. (Pat) yang dikirim ke rumah sakit jiwa karena bipolar disorder (kepribadian ganda). Sebelumnya Pat dipisahkan dari istrinya, Nikki, karena dia memukul selingkuhan istrinya hingga hampir meninggal. Setelah tinggal di rumah sakit selama 8 bulan, Pat kembali ke rumah orangtuanya, bertekad untuk ‘hidup’ kembali, selalu berpikiran positif, dan ingin rujuk dengan Nikki. Ayahnya diberhentikan dari pekerjaannya dan berusaha mengumpulkan uang untuk membuka restoran dengan cara menjadi bandar judi olahraga. Beberapa saat tinggal di rumah orangtuanya, Pat mengalami kesulitan beradaptasi. Seorang temannya, Ronnie, mengundangnya untuk makan malam di rumahnya. Saat acara makan malam ini, Pat dipertemukan dengan Tiffany Maxwell (Tiffany), adik ipar Ronnie yang juga mengalami depresi, dipecat dari pekerjaannya setelah suaminya meninggal.

2.      Rumusan Masalah
1.      Apakah Bipolar itu?
2.      Apa saja gangguang bipolar?
3.      Bagaimana cara menanggulangi bipolar?
4.      Apa saja gejala dari Bipolar?


3.      Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui secara luas tentang penyakit bipolar
2.      Mengenali ciri-ciri bipolar.
3.      Menambah wawasan para pembaca makalah tentang penyakit Bipolar
4.      Mengetahui gejala dari Bipolar



BAB 2
PEMBAHASAN
1.      Sinopsis Film
Silver Linings Playbook merupakan sebuah film drama-komedi romantis yang ditulis dan disutradarai oleh David O. Russell. Film in merupakan film yang diadaptasi dari novel ''The Silver Linings Playbook'' karangan Matthew Quick. Film yang dirilis pada tahun 2012 ini dibintangi oleh Bradley Cooper dan Jennifer Lawrence. Robert De Niro, Jacki Weaver, Chris Tucker, Anupam Kher, dan Julia Stiles juga turut membintangi film ini.
Cooper berperan sebagai Patrick "Pat" Solitano, pria yang memiliki gangguan bipolar, yang keluar dari rumah sakit jiwa dan tinggal kembali bersama kedua orang tuanya (De Niro dan Weaver). Bertekad untuk mendapatkan kembali istrinya yang menjauh darinya, Pat berjumpa dengan randa bernama Tiffany Maxwell (Lawrence). Tiffany menawarkan kepada Pat bahwa ia akan membantu Pat mendapatkan kembali istrinya bila ia bersedia ikut dalam kompetisi dansa dengan Tiffany. Keduanya menjadi dekat dikarenakan latihan yang mereka jalani dan Pat, ayahnya, dan Tiffany menyusuri hubungan mereka satu dengan yang lain seiring mereka mengatasi masalah yang ada.

Poster Film ‘Silver Linings Playbook’

2.      Analisis Film
Pat Sr. memiliki penyakit OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang menyebabkan hidupnya menjadi terganggu. Pat Sr. yang seharusnya menjalani pengobatan gangguan pada dirinya tersebut. Pat tidak mau menjalani pengobatan di rehabilitas karena merasa dirinya sehat dan tidak ada gangguan. Gangguan bipolar itu selalu kambuh ketika dia mendengar lagu pernikahannya dengan istrinya karna mengingatkan akan kejadian saat istrinya selingkuh dengan guru sejarah, sesama temannya mengajar.
Pat tidak bisa mengkontrol emosinya maka dari itu dia selalu marah-marah tidak jelas dan secara tiba-tiba. Hingga akhirnya Pat bertemu dengan Tiffany, adik ipar dari sahabatnya yang memiliki penyakit depresi karna telah di pecat dari pekerjaannya dan di tinggal mati dengan suaminya.
Mereka semua adalah penderita gangguan psikologis yang punya ketidak stabilan emosi dan perilaku masing-masing. Konflik yang timbul baik secara internal dalam diri karakternya ataupun di eksternal yang muncul akibat gangguan psikologis tersebut-lah yang membuat film ini jadi jauh lebih menarik dan dinamis. Konflik antara Pat dan Tiffany jadi jauh lebih menarik karena gangguan mental mereka masing-masing. Emosi yang meledak-ledak hingga kata-kata absurd yang seringkali muncul membuat hubungan keduanya menjadi menarik. Hal yang sama berlaku pada konflik yang menyangkut Pat Sr. Dengan OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang ia miliki, tingkahnya pun tidak kalah unik, dan jika ada satu hal saja yang mengganggu keteraturannya, ia akan begitu terganggu.
Karna terlalu sering bertemu dan bersama, Pat dan Tiffany akhirnya jatuh cinta. gangguan mental yang dialami oleh Pat dan Tiffany mulai membaik bukan semata-mata karena cinta, tapi berkat adanya rutinitas latihan dansa mereka. Bagi penderita gangguan emosi, kegiatan khususnya yang menguras fisik akan sangat membantu bagi mereka dalam mengontrol emosi. Jadi saya tidak sedikitpun merasa adanya anggapan cinta dapat menyembuhkan segalanya. Namun memang cinta dapat memberikan sebuah dukungan batin yang cukup kuat dalam penyembuhan penyakit mental, itulah yang saya rasakan dalam Silver Linings Playbook. Pat yang sebenarnya butuh dimengerti akhirnya menemukan Tiffany yang punya kondisi mental yang sama dengan dirinya, dan justru jadi orang yang paling mengerti Pat, dengan caranya sendiri tentunya.

3.      Pengertian Bipolar
Gangguan bipolar atau sering disebut juga dengan manicdepresi merupakan kelainan pada otak yang menyebabkan ketidaknormalan pergantian mood, energy, level aktivitas, dan kemampuan untuk mengerjakan aktivitas harian. Bipolar memiliki dua kutub, yaitu manik dan dpresi. Gangguan ini bersifat episode yang cenderung berulang, menunjukkan suasana atau mood dan tingkat aktivitas yang terganggu. Seseorang yang mengidap bipolar disorder biasanya sering merasa euphoria berlebihan (mania) dan mengalami depresi yang sangat berat. Periode mania dan depresi ini bisa berganti dalam hitungan jam, minggu maupun bulan. Ini semua tergantung masing-masing pengidap. Mood atau keadaan emosi internal merupakan penyebab utama dari gangguan ini. Kadang penderita yang memiliki perasaan atau yang bisa disebut sebagai mood meninggi,energy dan aktivitas fisik dan mental meningkat atau episode manik atau hipomanik. Pada waktu lain berupa penurunan mood, energi dan aktivitas dan mental berkurang (episode depresi).Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik.Mereka yang mengalami gangguan bipolar ini beralih dari perasaan sangat senang dan gembira ke perasaan sangat sedih atau sebaliknya.
Dua kutub mood tinggi dan rendah, saling bergantian. Bipolar disorder sering dialami oleh remaja yang beranjak dewasa atau dewasa muda. Setidaknya setengah dari kasus dimulai sebelum umur 25 tahun. Beberapa orang memiliki gejala - gejalanya bahkan sejak kanak - kanak, sementara beberapa orang sisanya mengalami gejala - gejalanya lebih lama. Bipolar disorder tidak mudah dikenali saat kelainan ini dimulai. gejalanya terlihat seperti masalah - masalah yang berbeda, tidak tampak seperti bagian dari masalah lain yang lebih besar. Beberapa orang menderita kelainan ini sampai bertahun - tahun sampai akhirnya terdiagnosis dan mendapatkan terapi. Seperti diabetes dan penyakit jantung, bipolar disorder adalah kelainan jangka panjang yang harus di awasi dan di managed seumur hidup







4.      TIPE-TIPE BIPOLAR
Bipolar terbagi dalam 2 tipe, yaitu:

    Bipolar tipe 1, yaitu kondisi dimana ciri kutub positif dapat mencapai level tertinggi atau mania, sedangkan lebel depresi tidak terlalu dalam.
    Bipolar tipe 2, yaitu kondisi ciri depresi yang dapat sangat rendah, sedangkan kutub positifnya pada tingkat hipomania.

5.      GEJALA-GEJALA BIPOLAR
a. Gejala-gejala dari mania atau episode manic:
Perubahan-Perubahan Suasana Hati
  • Periode yang panjang dari perasaan "puncak", atau suasana hati yang sangat gembira atau ramah
  • Suasana hati yang sangat teriritasi, agitasi, merasakan "jumpy (gelisah)" atau "wired".
Perubahan-Perubahan Kelakuan
  • Berbicara sangat cepat, melompat dari satu idea ke yang lainnya, mempunyai pemikiran-pemikiran yang bergegas-gegas
  • Sangat mudah dikacaukan
  • Aktivitas-aktivitas yang menuju tujuan yang meningkat, seperti menerima proyek-proyek baru
  • Menjadi gelisah
  • Tidur yang sedikit
  • Mempunyai kepercayaan yang tidak realistik pada kemampuan-kemampuan seseorang
  • Berkelakuan secara impulsif dan mengambil bagian pada banyak kelakuan-kelakuan yang menyenangkan dan berisiko tinggi, seperti membelanjakan sprees, seks yang impulsif, dan investasi-investasi bisnis yang impulsif.
b. Gejala-gejala dari episode depresi:
Perubahan-Perubahan Suasana Hati
  • Periode yang panjang dari perasaan khawatir atau kosong
  • Kehilangan minat pada aktivitas-aktivitas yang pernah dinikmati, termasuk seks.
Perubahan-Perubahan Kelakuan
  • Merasa lelah atau "slowed down"
  • Mempunyai persoalan-persoalan berkonsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan-keputusan
  • Menjadi gelisah atau teriritasi
  • Merubah kebiasaan-kebiasaan makan, tidur, atau yang lain-lain
  • Memikirkan kematian atau bunuh diri, atau mencoba bunuh diri.
c. Gejala-gejala dari episode hipomania :
Tahap hipomania mirip dengan mania. Perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami hallucination dan delusion. Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama dengan mania. Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder adalah sebagai berikut.
1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kreativitas.
2. Bersikap optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah.
3. Penurunan kebutuhan untuk tidur.
d. Gejala-gejala episode campuran (Mixed state episode) :
Dalam konteks bipolar disorder, mixed state adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlal-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi bergantin dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita bipolar disorder. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination.
Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut.
  1. Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.
  2. Memiliki pandangan pribadi tentang kematian.
  3. Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol.
  4. Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon.
Menurut DSM, ada empat tipe-tipe dasar dari penyakit bipolar:
  1. Penyakit Bipolar I terutama ditentukan oleh episode-episode manic atau campuran yang berlangsung paling sedikit tujuh hari, atau oleh gejala-gejala manic yang begitu parah sehingga orang itu perlu segera perawatan rumah sakit. Biasanya, orang itu juga mempunyai episode-episode depresi, secara khas berlangsung paling sedikit dua minggu. Gejala-gejala dari mania atau depresi harus menjadi perubahan utama dari kelakuan normal seseorang.
  2. Penyakit Bipolar II Hypomanic , ditentukan oleh pola dari episode-episode depresi namun bukan sepenuhnya episode-episode manic atau campuran.
  3. Bipolar Disorder Not Otherwise Specified (BP-NOS) didiagnosa ketika seseorang mempunyai gejala-gejala dari penyakit yang tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk salah satu dari bipolar I atau II. Gejala-gejala mungkin tidak berlangsung cukup lama, atau orang itu mungkin mempunyai terlalu sedikit gejala-gejala, untuk didiagnosa dengan bipolar I atau II. Bagaimanapun, gejala-gejala adalah dengan jelas keluar dari batasan kelakuan normal seseorang.
  4. Penyakit Cyclothymic, atau Cyclothymia, adalah bentuk ringan dari penyakit bipolar. Orang-orang yang mempunyai cyclothymia mempunyai episode-episode dari hypomania dengan depresi ringan untuk paling sedikit dua tahun. Bagaimanapun, gejala-gejala tidak memenuhi kebutuhan-kebutuhan diagnostik untuk tipe lain apa saja dari penyakit bipolar.
  5. Beberapa orang-orang mungkin didiagnosa dengan rapid-cycling bipolar disorder. Ini adalah ketika seorang mempunyai empat atau lebih episode-episode dari depresi utama, mania, hypomania, atau gejala-gejala campuran dalam satu tahun.

5.      PENGOBATAN BIPOLAR
Penderita bipolar akan dianjurkan untuk memperbaiki pola hidup, misalnya dengan cara berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan mengadopsi pola makan yang lebih sehat. Rencana pengobatan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan penanganan lain yang diperlukan, misalnya terapi psikologis. Sebagian besar penderita gangguan bipolar dapat membaik tanpa harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Perujukan ke rumah sakit biasanya dilakukan jika gejala makin parah dan dikhawatirkan perilaku penderita dapat membahayakan orang lain atau dirinya sendiri, seperti misalnya bunuh diri.

6.      PENYEBAB BIPOLAR
Hingga kini para ahli belum mengetahui penyebab terjadinya gangguan bipolar. Namun penyakit bipolar diduga dapat terpicu oleh beberapa faktor berikut ini:
           Adanya gangguan pada produksi atau keseimbangan zat-zat pengantar sinyal antar saraf di dalam otak, sehingga kinerja saraf yang bertugas mengatur suasana hati menjadi terganggu.
           Faktor genetika atau keturunan, mengingat sebagian besar kasus gangguan bipolar dialami oleh mereka yang juga memiliki saudara atau orang tua dengan kondisi yang sama.
Faktor pemicu lain adalah stres. Banyak kasus gangguan bipolar yang terjadi pada penderita yang sering mengalami tekanan dalam hidupnya, misalnya seperti ditinggal mati oleh orang yang dicintai, perceraian, putus hubungan dengan kekasih, tekanan di dalam keluarga, sekolah, atau dunia kerja, serta pengalaman pelecehan.


























BAB 3
PENUTUP
Pat adalah seorang yang menderita gangguan kejiwaan bipolar. Dari perilakunya yang memiliki tingkat emosional yang tinggi serta berubah secara tiba-tiba. Gangguan bipolar atau sering disebut juga dengan manicdepresi merupakan kelainan pada otak yang menyebabkan ketidaknormalan pergantian mood, energy, level aktivitas, dan kemampuan untuk mengerjakan aktivitas harian. Bipolar memiliki dua kutub, yaitu manik dan dpresi.
Penderita bipolar akan dianjurkan untuk memperbaiki pola hidup, misalnya dengan cara berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan mengadopsi pola makan yang lebih sehat. Rencana pengobatan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan penanganan lain yang diperlukan, misalnya terapi psikologis. Pat pun juga melakukan kegiatan untuk mengurangi penyakitnya tersebut dan sekarang penyakitnya sudah mulai berkurang dengan melakukan berbagai perubahan pola hidupnya.

















DAFTAR PUSTAKA




SOFTSKILL KESEHATAN MENTAL
Analisis Film “Silver Linings Playbook”
Kelompok 4
1.    Narulita Septa Aminingtyas (17514820)
2.    Nurul Fadillah KW (18514263)
3.    Putri Wulandari (18514632)
4.    Vidiani Nur Hayyu (1C514035)

2PA04






2016

BAB 1
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Gangguan bipolar adalah salah satu masalah kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis. Misalnya dari yang murung, tiba-tiba bisa berubah menjadi sangat bahagia atau sebaliknya. Pada fase turun atau yang disebut sebagai periode depresi, penderita gangguan bipolar biasanya akan terlihat sedih, lesu, dan tidak bergairah. Sedangkan pada fase naik atau mania, penderita kondisi ini bisa menjadi sangat bersemangat, enerjik, dan banyak bicara.
Jika dilihat dari perputaran episode suasana hati, ada penderita gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara mania dan depresi. Meski begitu, ada sebagian penderita yang mengalami perputaran cepat dari fase ke fase tanpa adanya periode normal. Tiap fase gejala yang tergolong parah dapat berlangsung hingga beberapa minggu.
Silver Linings Playbook menceritakan mengenai Pat Solitano, Jr. (Pat) yang dikirim ke rumah sakit jiwa karena bipolar disorder (kepribadian ganda). Sebelumnya Pat dipisahkan dari istrinya, Nikki, karena dia memukul selingkuhan istrinya hingga hampir meninggal. Setelah tinggal di rumah sakit selama 8 bulan, Pat kembali ke rumah orangtuanya, bertekad untuk ‘hidup’ kembali, selalu berpikiran positif, dan ingin rujuk dengan Nikki. Ayahnya diberhentikan dari pekerjaannya dan berusaha mengumpulkan uang untuk membuka restoran dengan cara menjadi bandar judi olahraga. Beberapa saat tinggal di rumah orangtuanya, Pat mengalami kesulitan beradaptasi. Seorang temannya, Ronnie, mengundangnya untuk makan malam di rumahnya. Saat acara makan malam ini, Pat dipertemukan dengan Tiffany Maxwell (Tiffany), adik ipar Ronnie yang juga mengalami depresi, dipecat dari pekerjaannya setelah suaminya meninggal.

2.      Rumusan Masalah
1.      Apakah Bipolar itu?
2.      Apa saja gangguang bipolar?
3.      Bagaimana cara menanggulangi bipolar?
4.      Apa saja gejala dari Bipolar?


3.      Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui secara luas tentang penyakit bipolar
2.      Mengenali ciri-ciri bipolar.
3.      Menambah wawasan para pembaca makalah tentang penyakit Bipolar
4.      Mengetahui gejala dari Bipolar



BAB 2
PEMBAHASAN
1.      Sinopsis Film
Silver Linings Playbook merupakan sebuah film drama-komedi romantis yang ditulis dan disutradarai oleh David O. Russell. Film in merupakan film yang diadaptasi dari novel ''The Silver Linings Playbook'' karangan Matthew Quick. Film yang dirilis pada tahun 2012 ini dibintangi oleh Bradley Cooper dan Jennifer Lawrence. Robert De Niro, Jacki Weaver, Chris Tucker, Anupam Kher, dan Julia Stiles juga turut membintangi film ini.
Cooper berperan sebagai Patrick "Pat" Solitano, pria yang memiliki gangguan bipolar, yang keluar dari rumah sakit jiwa dan tinggal kembali bersama kedua orang tuanya (De Niro dan Weaver). Bertekad untuk mendapatkan kembali istrinya yang menjauh darinya, Pat berjumpa dengan randa bernama Tiffany Maxwell (Lawrence). Tiffany menawarkan kepada Pat bahwa ia akan membantu Pat mendapatkan kembali istrinya bila ia bersedia ikut dalam kompetisi dansa dengan Tiffany. Keduanya menjadi dekat dikarenakan latihan yang mereka jalani dan Pat, ayahnya, dan Tiffany menyusuri hubungan mereka satu dengan yang lain seiring mereka mengatasi masalah yang ada.

Poster Film ‘Silver Linings Playbook’

2.      Analisis Film
Pat Sr. memiliki penyakit OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang menyebabkan hidupnya menjadi terganggu. Pat Sr. yang seharusnya menjalani pengobatan gangguan pada dirinya tersebut. Pat tidak mau menjalani pengobatan di rehabilitas karena merasa dirinya sehat dan tidak ada gangguan. Gangguan bipolar itu selalu kambuh ketika dia mendengar lagu pernikahannya dengan istrinya karna mengingatkan akan kejadian saat istrinya selingkuh dengan guru sejarah, sesama temannya mengajar.
Pat tidak bisa mengkontrol emosinya maka dari itu dia selalu marah-marah tidak jelas dan secara tiba-tiba. Hingga akhirnya Pat bertemu dengan Tiffany, adik ipar dari sahabatnya yang memiliki penyakit depresi karna telah di pecat dari pekerjaannya dan di tinggal mati dengan suaminya.
Mereka semua adalah penderita gangguan psikologis yang punya ketidak stabilan emosi dan perilaku masing-masing. Konflik yang timbul baik secara internal dalam diri karakternya ataupun di eksternal yang muncul akibat gangguan psikologis tersebut-lah yang membuat film ini jadi jauh lebih menarik dan dinamis. Konflik antara Pat dan Tiffany jadi jauh lebih menarik karena gangguan mental mereka masing-masing. Emosi yang meledak-ledak hingga kata-kata absurd yang seringkali muncul membuat hubungan keduanya menjadi menarik. Hal yang sama berlaku pada konflik yang menyangkut Pat Sr. Dengan OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang ia miliki, tingkahnya pun tidak kalah unik, dan jika ada satu hal saja yang mengganggu keteraturannya, ia akan begitu terganggu.
Karna terlalu sering bertemu dan bersama, Pat dan Tiffany akhirnya jatuh cinta. gangguan mental yang dialami oleh Pat dan Tiffany mulai membaik bukan semata-mata karena cinta, tapi berkat adanya rutinitas latihan dansa mereka. Bagi penderita gangguan emosi, kegiatan khususnya yang menguras fisik akan sangat membantu bagi mereka dalam mengontrol emosi. Jadi saya tidak sedikitpun merasa adanya anggapan cinta dapat menyembuhkan segalanya. Namun memang cinta dapat memberikan sebuah dukungan batin yang cukup kuat dalam penyembuhan penyakit mental, itulah yang saya rasakan dalam Silver Linings Playbook. Pat yang sebenarnya butuh dimengerti akhirnya menemukan Tiffany yang punya kondisi mental yang sama dengan dirinya, dan justru jadi orang yang paling mengerti Pat, dengan caranya sendiri tentunya.

3.      Pengertian Bipolar
Gangguan bipolar atau sering disebut juga dengan manicdepresi merupakan kelainan pada otak yang menyebabkan ketidaknormalan pergantian mood, energy, level aktivitas, dan kemampuan untuk mengerjakan aktivitas harian. Bipolar memiliki dua kutub, yaitu manik dan dpresi. Gangguan ini bersifat episode yang cenderung berulang, menunjukkan suasana atau mood dan tingkat aktivitas yang terganggu. Seseorang yang mengidap bipolar disorder biasanya sering merasa euphoria berlebihan (mania) dan mengalami depresi yang sangat berat. Periode mania dan depresi ini bisa berganti dalam hitungan jam, minggu maupun bulan. Ini semua tergantung masing-masing pengidap. Mood atau keadaan emosi internal merupakan penyebab utama dari gangguan ini. Kadang penderita yang memiliki perasaan atau yang bisa disebut sebagai mood meninggi,energy dan aktivitas fisik dan mental meningkat atau episode manik atau hipomanik. Pada waktu lain berupa penurunan mood, energi dan aktivitas dan mental berkurang (episode depresi).Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik.Mereka yang mengalami gangguan bipolar ini beralih dari perasaan sangat senang dan gembira ke perasaan sangat sedih atau sebaliknya.
Dua kutub mood tinggi dan rendah, saling bergantian. Bipolar disorder sering dialami oleh remaja yang beranjak dewasa atau dewasa muda. Setidaknya setengah dari kasus dimulai sebelum umur 25 tahun. Beberapa orang memiliki gejala - gejalanya bahkan sejak kanak - kanak, sementara beberapa orang sisanya mengalami gejala - gejalanya lebih lama. Bipolar disorder tidak mudah dikenali saat kelainan ini dimulai. gejalanya terlihat seperti masalah - masalah yang berbeda, tidak tampak seperti bagian dari masalah lain yang lebih besar. Beberapa orang menderita kelainan ini sampai bertahun - tahun sampai akhirnya terdiagnosis dan mendapatkan terapi. Seperti diabetes dan penyakit jantung, bipolar disorder adalah kelainan jangka panjang yang harus di awasi dan di managed seumur hidup







4.      TIPE-TIPE BIPOLAR
Bipolar terbagi dalam 2 tipe, yaitu:

    Bipolar tipe 1, yaitu kondisi dimana ciri kutub positif dapat mencapai level tertinggi atau mania, sedangkan lebel depresi tidak terlalu dalam.
    Bipolar tipe 2, yaitu kondisi ciri depresi yang dapat sangat rendah, sedangkan kutub positifnya pada tingkat hipomania.

5.      GEJALA-GEJALA BIPOLAR
a. Gejala-gejala dari mania atau episode manic:
Perubahan-Perubahan Suasana Hati
  • Periode yang panjang dari perasaan "puncak", atau suasana hati yang sangat gembira atau ramah
  • Suasana hati yang sangat teriritasi, agitasi, merasakan "jumpy (gelisah)" atau "wired".
Perubahan-Perubahan Kelakuan
  • Berbicara sangat cepat, melompat dari satu idea ke yang lainnya, mempunyai pemikiran-pemikiran yang bergegas-gegas
  • Sangat mudah dikacaukan
  • Aktivitas-aktivitas yang menuju tujuan yang meningkat, seperti menerima proyek-proyek baru
  • Menjadi gelisah
  • Tidur yang sedikit
  • Mempunyai kepercayaan yang tidak realistik pada kemampuan-kemampuan seseorang
  • Berkelakuan secara impulsif dan mengambil bagian pada banyak kelakuan-kelakuan yang menyenangkan dan berisiko tinggi, seperti membelanjakan sprees, seks yang impulsif, dan investasi-investasi bisnis yang impulsif.
b. Gejala-gejala dari episode depresi:
Perubahan-Perubahan Suasana Hati
  • Periode yang panjang dari perasaan khawatir atau kosong
  • Kehilangan minat pada aktivitas-aktivitas yang pernah dinikmati, termasuk seks.
Perubahan-Perubahan Kelakuan
  • Merasa lelah atau "slowed down"
  • Mempunyai persoalan-persoalan berkonsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan-keputusan
  • Menjadi gelisah atau teriritasi
  • Merubah kebiasaan-kebiasaan makan, tidur, atau yang lain-lain
  • Memikirkan kematian atau bunuh diri, atau mencoba bunuh diri.
c. Gejala-gejala dari episode hipomania :
Tahap hipomania mirip dengan mania. Perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami hallucination dan delusion. Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama dengan mania. Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder adalah sebagai berikut.
1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kreativitas.
2. Bersikap optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah.
3. Penurunan kebutuhan untuk tidur.
d. Gejala-gejala episode campuran (Mixed state episode) :
Dalam konteks bipolar disorder, mixed state adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlal-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi bergantin dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita bipolar disorder. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination.
Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut.
  1. Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.
  2. Memiliki pandangan pribadi tentang kematian.
  3. Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol.
  4. Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon.
Menurut DSM, ada empat tipe-tipe dasar dari penyakit bipolar:
  1. Penyakit Bipolar I terutama ditentukan oleh episode-episode manic atau campuran yang berlangsung paling sedikit tujuh hari, atau oleh gejala-gejala manic yang begitu parah sehingga orang itu perlu segera perawatan rumah sakit. Biasanya, orang itu juga mempunyai episode-episode depresi, secara khas berlangsung paling sedikit dua minggu. Gejala-gejala dari mania atau depresi harus menjadi perubahan utama dari kelakuan normal seseorang.
  2. Penyakit Bipolar II Hypomanic , ditentukan oleh pola dari episode-episode depresi namun bukan sepenuhnya episode-episode manic atau campuran.
  3. Bipolar Disorder Not Otherwise Specified (BP-NOS) didiagnosa ketika seseorang mempunyai gejala-gejala dari penyakit yang tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk salah satu dari bipolar I atau II. Gejala-gejala mungkin tidak berlangsung cukup lama, atau orang itu mungkin mempunyai terlalu sedikit gejala-gejala, untuk didiagnosa dengan bipolar I atau II. Bagaimanapun, gejala-gejala adalah dengan jelas keluar dari batasan kelakuan normal seseorang.
  4. Penyakit Cyclothymic, atau Cyclothymia, adalah bentuk ringan dari penyakit bipolar. Orang-orang yang mempunyai cyclothymia mempunyai episode-episode dari hypomania dengan depresi ringan untuk paling sedikit dua tahun. Bagaimanapun, gejala-gejala tidak memenuhi kebutuhan-kebutuhan diagnostik untuk tipe lain apa saja dari penyakit bipolar.
  5. Beberapa orang-orang mungkin didiagnosa dengan rapid-cycling bipolar disorder. Ini adalah ketika seorang mempunyai empat atau lebih episode-episode dari depresi utama, mania, hypomania, atau gejala-gejala campuran dalam satu tahun.

5.      PENGOBATAN BIPOLAR
Penderita bipolar akan dianjurkan untuk memperbaiki pola hidup, misalnya dengan cara berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan mengadopsi pola makan yang lebih sehat. Rencana pengobatan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan penanganan lain yang diperlukan, misalnya terapi psikologis. Sebagian besar penderita gangguan bipolar dapat membaik tanpa harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Perujukan ke rumah sakit biasanya dilakukan jika gejala makin parah dan dikhawatirkan perilaku penderita dapat membahayakan orang lain atau dirinya sendiri, seperti misalnya bunuh diri.

6.      PENYEBAB BIPOLAR
Hingga kini para ahli belum mengetahui penyebab terjadinya gangguan bipolar. Namun penyakit bipolar diduga dapat terpicu oleh beberapa faktor berikut ini:
           Adanya gangguan pada produksi atau keseimbangan zat-zat pengantar sinyal antar saraf di dalam otak, sehingga kinerja saraf yang bertugas mengatur suasana hati menjadi terganggu.
           Faktor genetika atau keturunan, mengingat sebagian besar kasus gangguan bipolar dialami oleh mereka yang juga memiliki saudara atau orang tua dengan kondisi yang sama.
Faktor pemicu lain adalah stres. Banyak kasus gangguan bipolar yang terjadi pada penderita yang sering mengalami tekanan dalam hidupnya, misalnya seperti ditinggal mati oleh orang yang dicintai, perceraian, putus hubungan dengan kekasih, tekanan di dalam keluarga, sekolah, atau dunia kerja, serta pengalaman pelecehan.


























BAB 3
PENUTUP
Pat adalah seorang yang menderita gangguan kejiwaan bipolar. Dari perilakunya yang memiliki tingkat emosional yang tinggi serta berubah secara tiba-tiba. Gangguan bipolar atau sering disebut juga dengan manicdepresi merupakan kelainan pada otak yang menyebabkan ketidaknormalan pergantian mood, energy, level aktivitas, dan kemampuan untuk mengerjakan aktivitas harian. Bipolar memiliki dua kutub, yaitu manik dan dpresi.
Penderita bipolar akan dianjurkan untuk memperbaiki pola hidup, misalnya dengan cara berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan mengadopsi pola makan yang lebih sehat. Rencana pengobatan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan penanganan lain yang diperlukan, misalnya terapi psikologis. Pat pun juga melakukan kegiatan untuk mengurangi penyakitnya tersebut dan sekarang penyakitnya sudah mulai berkurang dengan melakukan berbagai perubahan pola hidupnya.

















DAFTAR PUSTAKA